Kamis, 26 Oktober 2017

Peran guru dalam proses pembelajaran



        Guru adalah sosok yang pastiya sering kita temui dimana-mana, di lingkungan tempat tinggal, anggota keluarga dan tentunya disekolah-sekolah. Seorang guru memiliki peran yang sangat penting di dalam kelas yakni mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi pembelajaran.

Guru berperan menyampaikan ilmu-ilmu yang dimiliki kepada muridnya. Guru merupakan sumber belajar muridnya. Dari gurulah, murid diajarkan membaca, menulis dan berhitung. Serta dari gurulah, murid mendapat pengetahuan baru dan pendidikan karakter. Guru sebagai orangtua kedua yang ada disekolah setelah orangtua kandung dirumah.

Prey katz (Aini, 2012), menggambarkan peranan guru sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasihata-nasihat, motivator sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai, orang yang menguasai bahan yang diajarkan.

Namun, di zaman yang sudah modern ini, berbagai penemuan baru ditemukan untuk mempermudah manusia dalam menjalankan aktivitasnya. Begitupun juga dalam dunia pendidikan. Berbagai teknologi yang disebut-sebut bisa melakukan apa saja dan menjawab apa saja ditemukan guna mempermudah manusia. Hal ini menyebabkan peran guru mulai tersingkirkan oleh teknologi.

Menurut Sanjaya (2006 : 21) peran guru dalam proses pembelajaran ada tujuh yakni :

1.      Guru sebagai sumber belajar
Peran guru sebagai sumber belajar berkaitan dengan kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran. Sehingga ketika siswa bertanya, dengan sigap dan cepat tanggap, guru akan dapat lansung menjawabnya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswanya.

2.      Guru sebagai Fasilitator
Peran guru sebagai fasilitator dalam memberikan pelayanan kepada siswa untuk dapat memudahkan siswa menerima materi pelajaran. Sehingga pembelajaran menjadi efektif dan efisien.

3.      Guru sebagai pengelola
Dalam proses pembelajaran, guru berperan untuk memegang kendali penuh atas iklim dalam suasana pembelajaran. Diibaratkan seperti seorang nakhoda yang memegang setir kemudi kapal, yang membawa jalannya kapal ke jalan yang aman dan nyaman. Guru haruslah menciptakan suasanya kelas yang nyaman dan kondusif. Sehingga siswa dapat menerima pembelajaran dengan nyaman.

4.      Guru sebagai demonstrator
Berperan sebagai demonstrator maksudnya disini bukanlah turun ke jalan untuk berdemo. Namun yang dimaksudkan disini adalah guru itu sebagai sosok yang berperan untuk menunjukkan sikap-sikap yang akan menginspirasi siswa untuk melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik.

5.      Guru sebagai pembimbing
Perannya sebagai seorang pembimbing, guru diminta untuk dapat mengarahkan kepada siswa untuk menjadi seperti yang diinginkannya. Namun tentunya, haruslah guru membimbing dan mengarahkan untuk dapat mencapai cita-cita dan impian siswa tersebut.

6.       Guru sebagai motivator
Proses pembelajaran akan berhasil jika siswa memiliki motivasi disalam dirinya. Olehkarena itu, guru juga berperan penting dalam menumbuhkan motivasi dan semangat dalam diri siswa untuk belajar.

7.      Guru sebagai elevator
Setelah melakukan proses pembelajaran, guru haruslah mengevaluasi semua hasil yang telah dilakukan selama proses pembelajaran. Evaluasi ini tidak hanya mengevaluasi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Namun juga sebagai evaluasi keberhasilan guru melaksanakan kegiatan pembelajaran yang telah dirancang.


Peran seorang guru tak akan dapat terganti oleh canggihnya teknologi. Teknologi memang bisa memberi berbagai macam kemudahan kepada siswa. Namun teknologi tidak dapat memberikan pendidikan karakter, nilai, dan moral kepada siswa. Sehingga gurulah yang memiliki peran penting untuk dapat menciptakan generasi muda bangsa yang beretika, berpendidikan, bermoral, dan berkarakter.  

NOVEL (Introduction to Literature) task


                                          
                                                 Cinta Yang Tak Direstui

Chapter 2

Pagi telah menyongsong matahari pun telah terbit bersinar dengan indahnya tapi aku masih tak ingin membuka mata hari itu, aku masih ingin berbaring dan tak ingin melakukan apa-apa tubuhku terasa lemas dan tidak bersemangat. Semua pertanyaan yang ada dikepala ku membuat ku takut akan jawaban darinya yang tak sesuai dengan harapan.

Telpon genggam ku bergetar ada panggilan masuk dari Andi tapi tidak kujawab telpon darinya karna aku belum siap akan jawaban yang tidak ingin ku dengar, berkali-kali dia menelpon ku tapi tetap tidak ku angkat. Saat itu aku hanya diam menatap telpon genggamku, tapi ada rasa penasaran dihatiku apakah sebenarnya yang ingin andi katakan. Oh tuhan apakah yang harus kulakukan..aku termenung dan bingung. 

Kembali telpon genggaam ku bergetar, ada panggilan masuk tetapi itu bukan dari andi melainkan dari adik sepupuku nunung. Ku jawab telpon itu dengan lirih, “hello, iya nung ada apa”. Dan nunung menjawab “hello kak, hari ini kak ada waktu?bisa temani nung ke kampus?”. Lalu aku menjawab lagi “iya ada nung kak hari ini dirumah aja nggak ada kegiatan lain, ngapain kekampus nung?”. “nung hari ini ikut speech contest di kampus kak, tolong temani nung ya kak” jwb nunung. Aku berpikir sejenak dan berkata dalam hati dari pada dirumah dan nanti andi datang kesini lebih baik aku ikut nunung, lalu aku kembali menjawab “baiklah nung, jam berapa acaranya?”. “jam 9 pagi ini kak, sekarang nung jemput kak ya” jawab nunung. “oke nung” jawabku. Adik sepupuku ini kuliah di salah satu universitas di kota Pekanbaru.

Lalu dengan tubuhku yang lemas dan tak bersemangat aku tetap bangkit dari tempat tidurku dan mandi. Setelah mandi akupun bersiap-siap dan menunggu sepupuku nunung menjemput. Beberapa saat kemudian terdengarlah suara sepeda motor berhenti didepan rumah, kulihat dari jendela ternyata itu nunung yang datang lalu kubuka pintu rumah. “Assalamualaikum wr.wb” kata nunung. “waalaikumsalam wr.wb” jawabku. “Ayo kak kita langsung pergi soalnya nung takut terlambat” kata nunung. Lalu aku menjawab “oke nung”. Tiba-tiba bapak ku keluar dari kamar nya dan bertanya “mau kemana nak?”. “Mau temani nunung ke kampus Pak” jawabku. Lalu aku dan nunung berpamitan untuk pergi. 

Di perjalanan ke kampus sempat terjadi kemacetan sepertinya ada yang kecelakaan. “Aduh terlambat kita ni” dengan nada kesal nunung berkata. Lalu aku berkata pada nya “Sabar nung masih ada waktu 15 menit lagi, kita udah dekat kok dari kampus kak rasa masih sempat ni sampai kampus jam 9”. Lalu nunung menjawab “iya kak mudah-mudahan aja masih bisa nanti ikut lombanya tepat waktu soalnya kan nung harus ambil nomor undiannya lagi”. 10 menit kemudian  akhirnya sampailah kami di kampus, nunung langsung bergegas menuju panitia untuk mengambil nomor undian dan rupanya mendapat nomor urut 17. 

Peserta yang ikut saat itu berjumlah kurang 22 orang, speech contest ini di adakan antar fakultas di dalam lingkungan universitas lancang kuning saja. Ada dari fakultas hukum, fakultas kebudayaan, fakultas ilmu administrasi, fakultas pertanian, fakultas ekonomi, fakultas ilmu komunikasi dan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Sepupu ku nunung ini adalah salah satu perwakilan dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan.

Before the speech contest started I saw my cousin's sister focus on understanding the texts he had prepared to come forward. I always give support to her. Because the event was held in the field in front of the canteen campus  so it look crowded. I noticed around me many young people who are successor to the nation are eager to participate in competition at the time. In front of the three jurors have been seen sitting and prepared by the organizing committee table next to the stage.

For a moment in the crowd there was a slight nervousness in my heart. Especially when I saw my cousin's sister who was very excited even though I see there is a little anxiety in his face. I know this nunung a smart girl and I'm sure she can make a good speech. This is the first time she has participated in speech contest but after he appeared I feel proud of her because I see he is not nervous on stage.

After a few moments passed one by one the participants speech contest perform until finally all have perform until late afternoon.The committee announced that it was 12 o’clock  and its time to rest pending the decision of the jury to determine who won the contest speech of the day. For a moment I and nunung rest while eating lunch at the canteen campus.

After that 15 minutes later the committee returned to the stage and announced the results of the speech contest and it turn out my cousin's was not lucky to get the champion that day.
She looks disappointment on his face but I still give her the spirit if not get a champion at least nung get my word to him. She smiled again and cheerfully.

The speech contest was over that afternoon, nunung drove me home. After arriving my home, my cousin's sister immediately left home to her house. When I got into the house suddenly Andi was waiting in the living room. I was so surprised when I saw him sitting with my father. Oh god why he can be here in my heart say. I shook my father's hand and Andi looked at me with a strange look then, I could only bowed and unable to greet him.

Then Andi immediately ask me, where am I? Can we talk for a while ?. I just nod my head, before I excuse me to come to the room for a while. My heart was pounding like I could not get out and meet with her. Nevertheless then I went out and dared to talk to him.


                                               💗💗💗

Kamis, 19 Oktober 2017

Teori-teori Belajar dan Aplikasinya



Pengertian Belajar
          Menurut pengertian psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (Daryanto, 2010 : 2).

Teori-teori belajar antara lain:

A. Teori Deskriptif dan Preskriptif
Untuk membedakan antara teori belajar dan teori pembelajaran bisa diamati dari posisional teorinya, apakah berada pada tataran teori deskriptif atau perspektif. Bruner (dalam Dageng 1989) mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah perspektif dan teori belajar adalah deskriptif. Perspektif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal, sedangkan teori belajar bersifat deskritif karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar.
Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan antara variable-variabel yang menentukan hasil belajar. Sedangkan teori pembelajaran sebaliknya teori ini menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi proses belajar.
B. Teori Behavioristik
Belajar terjadi bila perubahan dalam bentuk tingkah laku dapat diamati. Bila kebiasaan perilaku terbentuk karena pengaruh peristiwa- peristiwa yang terjadi dilingkungan sekitar. Teori behavioristik berpandangan bahwa belajar terjadi karena operant conditioning. Jika seseorang menunjukkan perilaku belajar yang baik akan mendapatkan hadiah  dan  kepuasan.  Peserta  didik  yang  telah  mendapatkan  hadiah sebagai penguatan akan semakin meningkatkan kualitas perilaku mengajarnya.
C. Teori Kognitif
Teori ini memfokuskan perhatiannya kepada bagaimana dapat mengembangakan fungsi kognitif individu agar mereka dapat belajar dengan maksimal. Kognitif bagi teori ini merupakan faktor pertama dan utama yang perlu dikembangakan oleh para guru, karena kemampuan belajar peseta didik sangat dipengaruhi oleh sejauh mana fungsi konitif peserta didik dapat berkembang secara maksimal melalui sentuhan proses pendidikan.
D. Teori Humanistik
Belajar dipandang sebagai fungsi keseluruhan pribadi. Teori ini berpendapat belajar yang sebenarnya tidak dapat berlangsung bila tidak ada keterlibatan intelektual maupun emosional peserta didik. Oleh karena itu motivasi belajar harus bersumber dari dalam diri peserta didik sendiri. (morris  :  1982).  Proses  belajar  menurut  teori  ini  adalah  orang  belajar karena ingin mengetahui dunianya. Individu memilih sesuatu untuk dipelajari , mengusahakan proses pembelajaran dengan caranya sendiri, dan menilainya sendiri tentang apakah proses belajarnya berhasil.

Penerapan Teori dalam Proses Pembelajaran
A. Aplikasi Teori Behavioristik dalam Kegiatan Pembelajaran
Aliran psikologi belajar yang sangat besar mempengaruhi arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
B. Penerapan Teori Kognitif dalam Pembelajaran
Hakekat belajar menurut teori kognitif dijelaskan sebagai suatu aktivitas belajar yang berkaitan dengan penataan informasi, reorganisasi  persepsual, dan prosese intelektual. Kegiatan pembelajaran yang berpijak pada teori belajar kognitif ini sudah banyak digunakan. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan strategi dan tujuan pembelajaran, tidak lagi mekanistik sebagaimana yang dilakukan dalam pendekatan behavioristic. Kebebasan dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar amat diperhitungkan, agara belajar lebih bermakana bagi siswa.
C. Aplikasi Teori Humanistik dalam Pembelajaran
Aplikasi teori belajar humanisme ini berusaha memahami prilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Selain itu aliran humanisme lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Pendekatan ini melihat kejadian yaitu bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif. Kemampuan bertindak positif ini yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik yang beraliran humanisme biasanya memfokuskan pembelajarannya pada pembangunan kemampuan positif ini. Kemampuan positif disini erat kaitannya dengan pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain afektif.


Rabu, 18 Oktober 2017

Novel (Introduction to Literature) task



Cinta Yang Tak Direstui

Chapter 1

Aku hanyalah wanita biasa, berasal dari keluarga sederhana yang berlatar pendidikan pun rendah. Dia “Suamiku yang katakan saja bernama Andi berasal dari keluarga mampu dan berlatar pendidikan tinggi”. Hingga akhirnya suatu hari aku bertemu dengan nya di suatu tempat hingga akhirnya kami saling jatuh cinta dan menikah.

Cerita ini berawal dari pertemuanku dengan andi di akhir tahun 2007 disebuah kota tempat aku dilahirkan, Saat itu umur ku baru masuk 19 tahun. Dari pertemuan pertama timbullah rasa diantara kami. Andi adalah seorang sosok laki-laki yang baik, lembut tutur katanya, perhatian. Andi lebih tua dariku, umurnya 31 tahun saat itu walau umur kami terpaut jauh tapi aku tetap jatuh hati padanya. Hari demi hari kami semakin dekat dan memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami ke jenjang pernikahan.

Pada waktu itu Andi datang ke rumahku, memperkenalkan dirinya kepada orang tua ku mengutarakan niat baiknya ingin kejenjang yang lebih serius yaitu ingin menikahi ku kepada orang tua ku. Saat itu kami mendapat lampu hijau dari orang tua ku dan andi meminta izin kepada kedua orang tuaku untuk membawaku bertemu kedua orang tuanya dikampung. Ayahku melihat ada niat baik dari andi dan mengizinkan ku ikut dengan andi kekampung halamannya tapi hanya satu hari pulang-pergi tidak menginap disana.

Keesokan hari nya, pagi-pagi sekali aku di jemput oleh andi ke rumahku dan kami berangkat menuju kampung halaman nya untuk memperkenalkan ku kepada kedua orang tua nya. Perjalanan dari kota tempat aku tinggal dengan kampung halaman andi memakan waktu kira-kira 4 jam. Di tengah perjalanan hati ku berdebar-debar, perasaanku saat itu bercampur aduk dan gelisah tapi andi selalu menyakinkan aku dengan kata-kata bijak nya dan berkata orang tua nya pasti akan menerimaku agar aku tenang.
         
     Setibanya di rumah orang tua andi kami turun dari mobil dan di depan pintu sudah menunggu kedua orang tua nya. Jantungku berdegup kencang bercampur takut tapi ku kuatkan hati dan menjabat tangan kedua orang tua andi. Ibu andi bernama sukesih dan ayah nya bernama irman. Bu sukesih sosok yang tidak bisa kutebak karna saat pertama bertemu dengan ku raut wajahnya datar tetapi tetap menyambut kedatangan kami. Sang ayah lebih terlihat bersahabat saat itu menyambut kedatangan kami dengan senyuman.

Saat di dalam rumah aku di persilahkan duduk di ruangan tamu dan di suguhkan minum oleh bu sukesih  sedangkan andi duduk diruangan tengah bersama ayahnya. Bu sukesih mula-mula bertanya kepadaku “siapa namamu ? dari mana asalmu, dan pekerjaan orang tua mu?” dan akupun menjawab dengan polos dan jujur, “nama ku Rina mirana bu, ibu bisa memamnggilku dengan Irin atau rina, aku berasal dari kota pekanbaru, dan pekerjaan orang tua ku seorang petani bu”. di akhir pembicaraan bu sukesih juga bertanya “kamu tamat sekolah apa? dan umurmu berapa dan akupun menjawab lagi “Rin hanya tamatan SMA/setara bu, umur rin baru menginjak 19 tahun, jawabku malu-malu. Seketika tidak ada yang aneh dari pembicaraan kami karna  komunikasi kami saat itu lancar dan biasa saja layaknya orang yang pertama kali berkenalan saling bertanya dan bercerita. Kami juga sempat makan bersama dengan dengan orang tua andi.

Waktu sudah mulai beranjak sore saat itu, kami memutuskan kembali ke kota Pekanbaru dan berpamitan dengan kedua orang tua andi, mereka melepas kami pergi dengan senyuman. Aku berharap mereka bisa menerimaku dengan segala kekuranganku. Di perjalanan pulang ke rumah ku, hatiku bertanya-tanya “ apakah mereka menyukaiku? apakah mereka mau menerima kekuranganku? apa yang dibicarakan andi dengan ayahnya? apakah kami direstui? semua pertanyaan itu berputar-putar dipikiranku”. Tapi tak ingin kutanyakan semua pertanyaan yang ada dibenak ku itu kepada andi disaat itu karna aku takut dan tidak siap mendengar jawaban yang tak ku inginkan, akhirnya ku hanya diam seribu bahasa.

The day was late and did not realize we had reached my hometown of Pekanbaru. Andi drove me home, because it was night andi took leave of home to my parents. Arriving at home,  I went straight into my room with an uncertain feeling. That night I cant sleep, so many questions in my mind. my heart is very restless fear of myself not accepted by Andi parents because of differences in social status between me and andi. Oh God help me, remove any nervous anxiety. Please calm my heart God.

                                             💗💗💗