Banyak
teori dan prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu
dengan yang lain memiliki persamaan dan juga perbedaan. Dari berbagai prinsip belajar
tersebut beberapa prinsip yang relatif berlaku umum yang dapat kita pakai
sebagai dasar dalam upaya pembelajaran, baik bagi siswa yang perlu meningkatkan
upaya belajarnya maupun bagi guru dalam upaya meningkatkan mengajarnya.
Prinsip-prinsip belajar itu meliputi beberapa prinsip,
antara lain
a. Perhatian dan motivasi, jika siswa
merasa butuh dengan bahan pelajaran dan sesuai kebutuhannya dan diperlukan
dalam kehidupannya, maka akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya dan
disitulah juga timbul sebuah perhatian terhadap bahan pelajaran, selain untuk
membangkitkan motivasi. Mottivasi juga mempunyai kaitan yang erat dengan minat.
Siswa yang memiliki minta terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung
tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari
bidang studi tersebut.
b. Keaktifan,
anak merupakan makhluk yang aktif. Anak mempunyai dorongan untuk ingin
mengetahui sesuatu yang ingin diselesaikannya. Misalnya, dalam proses belajar
di dalam kelas, ada anak yang aktif dan kurang aktif. Tetapi anak yang kurang
aktif bukan tidak ingin mengetahui apa yang sedang di bicarakan atau hanya diam
mendengar tetapi mereka memiliki factor, contohnya malu untuk mengemukakan
pendapat atau tidak percaya diri atas pendapatnya. Sedangkan anak yang aktif terus
menerus ingin tahu.
c. Keterlibatan langsung/ berpengalamanà pengalaman
yang langsung terjadi atau dialami oleh seorang individu. Misalnya, untuk
mengetahui cara memasak ayam goreng. Sebaiknya, seorang individu langsung
melihat sendiri cara membuatnya bukan hanya mendengar dari teman atau Cuma
membaca.
d. Pengulangan, menurut teori Psikologi Daya, belajar adalah melatih
daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamat, mengingat,
merasakan, berpikir. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan
berkembang. Contohnya, mengulang bacaan di rumah, atau membuat tugas, itu dapat
dikatakan proses pengulangan untuk tetap mengingat apa yang dipelajari.
e. Tantangan, disetiap situasi belajar, siswa pasti
mengalami sebuah tantangan. Contohnya saja untuk memecahkan suatu permasalahan
siswa harus berpikir kritis untuk dapat memecahkan masalahnya dan itu terjadi
hambatan jika siswa tidak menguasai pelajarannya. Jika siswa menguasai atau
mengerti dengan pelajarannya hambatan itu dapat diatasi, artinya permasalahan
yang dicari akan terselesaikan.
f. Balikan dan
penguatan, siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan
mendapatkan hasil yang baik. Hasil yang baik, akan merupakan balikan yang
menyenangkan dan berpengaruh baik untuk usaha belajar selanjutnya. Tetapi tidak
hanya penguatan yang menyenangkan saja tetapi juga ada yang tidak menyenangkan.
g. Perbedaan individual, setiap siswa
memiliki perbedaan karateristik, yaitu psikis, kepribadian, dan sifat-sifatnya.
Jadi, guru harus bisa melihat setiap perbedaan individu siswanya, untuk mencapai
tujuan yang ingin dicapai bersama-sama.
Prinsip-prinsip belajar ini juga
berimplikasi kepada siswa dan guru, jika dilihat dari keseluruhannya sama saja
dengan prinsip-prinsip belajar tetapi ini ditujukan kepada siswa. Agar mereka
menyadari implikasi prinsip-prinsip belajar terhadap diri mereka. Sedangkan
implikasi prinsip-prinsip belajar bagi guru tampak pada rencana pembelajaran
maupun pelaksanaan kegiatan pembelajarannya. Implikasi prinsip-prinsip belajar
bagi guru terwujud dalam perilaku fisik dan psikis mereka, atau perilaku guru
yang dapat diharapkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran yang
diselenggarakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar