Kamis, 05 Oktober 2017

Prinsip-prinsip Belajar


Banyak teori dan prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan juga perbedaan. Dari berbagai prinsip belajar tersebut beberapa prinsip yang relatif berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran, baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam upaya meningkatkan mengajarnya. 


Prinsip-prinsip belajar itu meliputi beberapa prinsip, antara lain
a.    Perhatian dan motivasi, jika siswa merasa butuh dengan bahan pelajaran dan sesuai kebutuhannya dan diperlukan dalam kehidupannya, maka akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya dan disitulah juga timbul sebuah perhatian terhadap bahan pelajaran, selain untuk membangkitkan motivasi. Mottivasi juga mempunyai kaitan yang erat dengan minat. Siswa yang memiliki minta terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang studi tersebut.
b.      Keaktifan, anak merupakan makhluk yang aktif. Anak mempunyai dorongan untuk ingin mengetahui sesuatu yang ingin diselesaikannya. Misalnya, dalam proses belajar di dalam kelas, ada anak yang aktif dan kurang aktif. Tetapi anak yang kurang aktif bukan tidak ingin mengetahui apa yang sedang di bicarakan atau hanya diam mendengar tetapi mereka memiliki factor, contohnya malu untuk mengemukakan pendapat atau tidak percaya diri atas pendapatnya. Sedangkan anak yang aktif terus menerus ingin tahu.
c.  Keterlibatan langsung/ berpengalamanà pengalaman yang langsung terjadi atau dialami oleh seorang individu. Misalnya, untuk mengetahui cara memasak ayam goreng. Sebaiknya, seorang individu langsung melihat sendiri cara membuatnya bukan hanya mendengar dari teman atau Cuma membaca.
d.   Pengulangan, menurut teori Psikologi Daya, belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamat, mengingat, merasakan, berpikir. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang. Contohnya, mengulang bacaan di rumah, atau membuat tugas, itu dapat dikatakan proses pengulangan untuk tetap mengingat apa yang dipelajari.
e. Tantangan, disetiap situasi belajar, siswa pasti mengalami sebuah tantangan. Contohnya saja untuk memecahkan suatu permasalahan siswa harus berpikir kritis untuk dapat memecahkan masalahnya dan itu terjadi hambatan jika siswa tidak menguasai pelajarannya. Jika siswa menguasai atau mengerti dengan pelajarannya hambatan itu dapat diatasi, artinya permasalahan yang dicari akan terselesaikan.
f.       Balikan dan penguatan, siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik. Hasil yang baik, akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengaruh baik untuk usaha belajar selanjutnya. Tetapi tidak hanya penguatan yang menyenangkan saja tetapi juga ada yang tidak menyenangkan.
g.   Perbedaan individual, setiap siswa memiliki perbedaan karateristik, yaitu psikis, kepribadian, dan sifat-sifatnya. Jadi, guru harus bisa melihat setiap perbedaan individu siswanya, untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai bersama-sama.
Prinsip-prinsip belajar ini juga berimplikasi kepada siswa dan guru, jika dilihat dari keseluruhannya sama saja dengan prinsip-prinsip belajar tetapi ini ditujukan kepada siswa. Agar mereka menyadari implikasi prinsip-prinsip belajar terhadap diri mereka. Sedangkan implikasi prinsip-prinsip belajar bagi guru tampak pada rencana pembelajaran maupun pelaksanaan kegiatan pembelajarannya. Implikasi prinsip-prinsip belajar bagi guru terwujud dalam perilaku fisik dan psikis mereka, atau perilaku guru yang dapat diharapkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran yang diselenggarakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar