Kamis, 19 Oktober 2017

Teori-teori Belajar dan Aplikasinya



Pengertian Belajar
          Menurut pengertian psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (Daryanto, 2010 : 2).

Teori-teori belajar antara lain:

A. Teori Deskriptif dan Preskriptif
Untuk membedakan antara teori belajar dan teori pembelajaran bisa diamati dari posisional teorinya, apakah berada pada tataran teori deskriptif atau perspektif. Bruner (dalam Dageng 1989) mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah perspektif dan teori belajar adalah deskriptif. Perspektif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal, sedangkan teori belajar bersifat deskritif karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar.
Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan antara variable-variabel yang menentukan hasil belajar. Sedangkan teori pembelajaran sebaliknya teori ini menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi proses belajar.
B. Teori Behavioristik
Belajar terjadi bila perubahan dalam bentuk tingkah laku dapat diamati. Bila kebiasaan perilaku terbentuk karena pengaruh peristiwa- peristiwa yang terjadi dilingkungan sekitar. Teori behavioristik berpandangan bahwa belajar terjadi karena operant conditioning. Jika seseorang menunjukkan perilaku belajar yang baik akan mendapatkan hadiah  dan  kepuasan.  Peserta  didik  yang  telah  mendapatkan  hadiah sebagai penguatan akan semakin meningkatkan kualitas perilaku mengajarnya.
C. Teori Kognitif
Teori ini memfokuskan perhatiannya kepada bagaimana dapat mengembangakan fungsi kognitif individu agar mereka dapat belajar dengan maksimal. Kognitif bagi teori ini merupakan faktor pertama dan utama yang perlu dikembangakan oleh para guru, karena kemampuan belajar peseta didik sangat dipengaruhi oleh sejauh mana fungsi konitif peserta didik dapat berkembang secara maksimal melalui sentuhan proses pendidikan.
D. Teori Humanistik
Belajar dipandang sebagai fungsi keseluruhan pribadi. Teori ini berpendapat belajar yang sebenarnya tidak dapat berlangsung bila tidak ada keterlibatan intelektual maupun emosional peserta didik. Oleh karena itu motivasi belajar harus bersumber dari dalam diri peserta didik sendiri. (morris  :  1982).  Proses  belajar  menurut  teori  ini  adalah  orang  belajar karena ingin mengetahui dunianya. Individu memilih sesuatu untuk dipelajari , mengusahakan proses pembelajaran dengan caranya sendiri, dan menilainya sendiri tentang apakah proses belajarnya berhasil.

Penerapan Teori dalam Proses Pembelajaran
A. Aplikasi Teori Behavioristik dalam Kegiatan Pembelajaran
Aliran psikologi belajar yang sangat besar mempengaruhi arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
B. Penerapan Teori Kognitif dalam Pembelajaran
Hakekat belajar menurut teori kognitif dijelaskan sebagai suatu aktivitas belajar yang berkaitan dengan penataan informasi, reorganisasi  persepsual, dan prosese intelektual. Kegiatan pembelajaran yang berpijak pada teori belajar kognitif ini sudah banyak digunakan. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan strategi dan tujuan pembelajaran, tidak lagi mekanistik sebagaimana yang dilakukan dalam pendekatan behavioristic. Kebebasan dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar amat diperhitungkan, agara belajar lebih bermakana bagi siswa.
C. Aplikasi Teori Humanistik dalam Pembelajaran
Aplikasi teori belajar humanisme ini berusaha memahami prilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Selain itu aliran humanisme lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Pendekatan ini melihat kejadian yaitu bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif. Kemampuan bertindak positif ini yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik yang beraliran humanisme biasanya memfokuskan pembelajarannya pada pembangunan kemampuan positif ini. Kemampuan positif disini erat kaitannya dengan pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain afektif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar