Pengertian
Belajar
Menurut pengertian psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya (Daryanto, 2010 : 2).
Teori-teori belajar antara lain:
A. Teori Deskriptif dan Preskriptif
Untuk membedakan antara teori
belajar dan teori pembelajaran bisa diamati dari posisional teorinya, apakah
berada pada tataran teori deskriptif atau perspektif. Bruner (dalam Dageng
1989) mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah perspektif dan teori belajar
adalah deskriptif. Perspektif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah
menetapkan metode pembelajaran yang optimal, sedangkan teori belajar bersifat
deskritif karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar.
Teori belajar menaruh
perhatian pada hubungan antara variable-variabel yang menentukan hasil belajar.
Sedangkan teori pembelajaran sebaliknya teori ini menaruh perhatian pada
bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi proses belajar.
B. Teori Behavioristik
Belajar terjadi bila perubahan dalam bentuk tingkah
laku dapat diamati. Bila kebiasaan perilaku terbentuk karena pengaruh
peristiwa- peristiwa yang terjadi dilingkungan sekitar. Teori behavioristik
berpandangan bahwa belajar terjadi karena operant conditioning. Jika seseorang menunjukkan
perilaku belajar yang baik akan mendapatkan hadiah dan
kepuasan. Peserta didik yang telah
mendapatkan hadiah sebagai penguatan akan semakin meningkatkan kualitas
perilaku mengajarnya.
C. Teori Kognitif
Teori ini memfokuskan perhatiannya kepada bagaimana
dapat mengembangakan fungsi kognitif individu agar mereka dapat belajar dengan
maksimal. Kognitif bagi teori ini merupakan faktor pertama dan utama yang perlu
dikembangakan oleh para guru, karena kemampuan belajar peseta didik sangat
dipengaruhi oleh sejauh mana fungsi konitif peserta didik dapat berkembang
secara maksimal melalui sentuhan proses pendidikan.
D. Teori
Humanistik
Belajar dipandang sebagai fungsi keseluruhan pribadi.
Teori ini berpendapat belajar yang sebenarnya tidak dapat berlangsung bila
tidak ada keterlibatan intelektual maupun emosional peserta didik. Oleh karena
itu motivasi belajar harus bersumber dari dalam diri peserta didik sendiri.
(morris : 1982). Proses belajar menurut
teori ini adalah orang belajar karena ingin mengetahui
dunianya. Individu memilih sesuatu untuk dipelajari , mengusahakan proses
pembelajaran dengan caranya sendiri, dan menilainya sendiri tentang apakah
proses belajarnya berhasil.
Penerapan Teori dalam Proses
Pembelajaran
A. Aplikasi Teori
Behavioristik dalam Kegiatan Pembelajaran
Aliran psikologi belajar yang
sangat besar mempengaruhi arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan
pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan
pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori
behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang
belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan
menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan
semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai
hukuman.
B. Penerapan
Teori Kognitif dalam Pembelajaran
Hakekat belajar menurut teori
kognitif dijelaskan sebagai suatu aktivitas belajar yang berkaitan dengan
penataan informasi, reorganisasi persepsual, dan prosese intelektual.
Kegiatan pembelajaran yang berpijak pada teori belajar kognitif ini sudah
banyak digunakan. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan strategi
dan tujuan pembelajaran, tidak lagi mekanistik sebagaimana yang dilakukan dalam
pendekatan behavioristic. Kebebasan dan keterlibatan siswa secara aktif dalam
proses belajar amat diperhitungkan, agara belajar lebih bermakana bagi siswa.
C. Aplikasi
Teori Humanistik dalam Pembelajaran
Aplikasi teori belajar humanisme ini
berusaha memahami prilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari
sudut pandang pengamatnya. Selain itu aliran humanisme lebih melihat pada sisi
perkembangan kepribadian manusia. Pendekatan ini melihat kejadian yaitu
bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif.
Kemampuan bertindak positif ini yang disebut sebagai potensi manusia dan para
pendidik yang beraliran humanisme biasanya memfokuskan pembelajarannya pada
pembangunan kemampuan positif ini. Kemampuan positif disini erat kaitannya
dengan pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain afektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar