Guru adalah
sosok yang pastiya sering kita temui dimana-mana, di lingkungan tempat tinggal,
anggota keluarga dan tentunya disekolah-sekolah. Seorang guru memiliki peran
yang sangat penting di dalam kelas yakni mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi pembelajaran.
Guru berperan menyampaikan
ilmu-ilmu yang dimiliki kepada muridnya. Guru merupakan sumber belajar
muridnya. Dari gurulah, murid diajarkan membaca, menulis dan berhitung. Serta
dari gurulah, murid mendapat pengetahuan baru dan pendidikan karakter. Guru
sebagai orangtua kedua yang ada disekolah setelah orangtua kandung dirumah.
Prey katz
(Aini, 2012), menggambarkan peranan guru sebagai komunikator, sahabat yang
dapat memberikan nasihata-nasihat, motivator sebagai pemberi inspirasi dan
dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta
nilai-nilai, orang yang menguasai bahan yang diajarkan.
Namun, di
zaman yang sudah modern ini, berbagai penemuan baru ditemukan untuk mempermudah
manusia dalam menjalankan aktivitasnya. Begitupun juga dalam dunia pendidikan.
Berbagai teknologi yang disebut-sebut bisa melakukan apa saja dan menjawab apa
saja ditemukan guna mempermudah manusia. Hal ini menyebabkan peran guru mulai
tersingkirkan oleh teknologi.
Menurut Sanjaya (2006 : 21)
peran guru dalam proses pembelajaran ada tujuh yakni :
1. Guru
sebagai sumber belajar
Peran guru sebagai sumber belajar
berkaitan dengan kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran. Sehingga
ketika siswa bertanya, dengan sigap dan cepat tanggap, guru akan dapat lansung
menjawabnya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswanya.
2. Guru
sebagai Fasilitator
Peran guru sebagai fasilitator
dalam memberikan pelayanan kepada siswa untuk dapat memudahkan siswa menerima
materi pelajaran. Sehingga pembelajaran menjadi efektif dan efisien.
3. Guru
sebagai pengelola
Dalam proses pembelajaran, guru
berperan untuk memegang kendali penuh atas iklim dalam suasana pembelajaran.
Diibaratkan seperti seorang nakhoda yang memegang setir kemudi kapal, yang
membawa jalannya kapal ke jalan yang aman dan nyaman. Guru haruslah menciptakan
suasanya kelas yang nyaman dan kondusif. Sehingga siswa dapat menerima
pembelajaran dengan nyaman.
4. Guru
sebagai demonstrator
Berperan sebagai demonstrator
maksudnya disini bukanlah turun ke jalan untuk berdemo. Namun yang dimaksudkan
disini adalah guru itu sebagai sosok yang berperan untuk menunjukkan
sikap-sikap yang akan menginspirasi siswa untuk melakukan hal yang sama, bahkan
lebih baik.
5. Guru
sebagai pembimbing
Perannya sebagai seorang
pembimbing, guru diminta untuk dapat mengarahkan kepada siswa untuk menjadi
seperti yang diinginkannya. Namun tentunya, haruslah guru membimbing dan
mengarahkan untuk dapat mencapai cita-cita dan impian siswa tersebut.
6. Guru
sebagai motivator
Proses pembelajaran akan
berhasil jika siswa memiliki motivasi disalam dirinya. Olehkarena itu, guru
juga berperan penting dalam menumbuhkan motivasi dan semangat dalam diri siswa
untuk belajar.
7. Guru
sebagai elevator
Setelah melakukan proses
pembelajaran, guru haruslah mengevaluasi semua hasil yang telah dilakukan
selama proses pembelajaran. Evaluasi ini tidak hanya mengevaluasi keberhasilan
siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Namun juga sebagai evaluasi
keberhasilan guru melaksanakan kegiatan pembelajaran yang telah dirancang.
Peran seorang guru tak akan dapat terganti oleh canggihnya teknologi. Teknologi memang bisa memberi berbagai macam kemudahan kepada siswa. Namun teknologi tidak dapat memberikan pendidikan karakter, nilai, dan moral kepada siswa. Sehingga gurulah yang memiliki peran penting untuk dapat menciptakan generasi muda bangsa yang beretika, berpendidikan, bermoral, dan berkarakter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar