Rabu, 18 Oktober 2017

Novel (Introduction to Literature) task



Cinta Yang Tak Direstui

Chapter 1

Aku hanyalah wanita biasa, berasal dari keluarga sederhana yang berlatar pendidikan pun rendah. Dia “Suamiku yang katakan saja bernama Andi berasal dari keluarga mampu dan berlatar pendidikan tinggi”. Hingga akhirnya suatu hari aku bertemu dengan nya di suatu tempat hingga akhirnya kami saling jatuh cinta dan menikah.

Cerita ini berawal dari pertemuanku dengan andi di akhir tahun 2007 disebuah kota tempat aku dilahirkan, Saat itu umur ku baru masuk 19 tahun. Dari pertemuan pertama timbullah rasa diantara kami. Andi adalah seorang sosok laki-laki yang baik, lembut tutur katanya, perhatian. Andi lebih tua dariku, umurnya 31 tahun saat itu walau umur kami terpaut jauh tapi aku tetap jatuh hati padanya. Hari demi hari kami semakin dekat dan memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami ke jenjang pernikahan.

Pada waktu itu Andi datang ke rumahku, memperkenalkan dirinya kepada orang tua ku mengutarakan niat baiknya ingin kejenjang yang lebih serius yaitu ingin menikahi ku kepada orang tua ku. Saat itu kami mendapat lampu hijau dari orang tua ku dan andi meminta izin kepada kedua orang tuaku untuk membawaku bertemu kedua orang tuanya dikampung. Ayahku melihat ada niat baik dari andi dan mengizinkan ku ikut dengan andi kekampung halamannya tapi hanya satu hari pulang-pergi tidak menginap disana.

Keesokan hari nya, pagi-pagi sekali aku di jemput oleh andi ke rumahku dan kami berangkat menuju kampung halaman nya untuk memperkenalkan ku kepada kedua orang tua nya. Perjalanan dari kota tempat aku tinggal dengan kampung halaman andi memakan waktu kira-kira 4 jam. Di tengah perjalanan hati ku berdebar-debar, perasaanku saat itu bercampur aduk dan gelisah tapi andi selalu menyakinkan aku dengan kata-kata bijak nya dan berkata orang tua nya pasti akan menerimaku agar aku tenang.
         
     Setibanya di rumah orang tua andi kami turun dari mobil dan di depan pintu sudah menunggu kedua orang tua nya. Jantungku berdegup kencang bercampur takut tapi ku kuatkan hati dan menjabat tangan kedua orang tua andi. Ibu andi bernama sukesih dan ayah nya bernama irman. Bu sukesih sosok yang tidak bisa kutebak karna saat pertama bertemu dengan ku raut wajahnya datar tetapi tetap menyambut kedatangan kami. Sang ayah lebih terlihat bersahabat saat itu menyambut kedatangan kami dengan senyuman.

Saat di dalam rumah aku di persilahkan duduk di ruangan tamu dan di suguhkan minum oleh bu sukesih  sedangkan andi duduk diruangan tengah bersama ayahnya. Bu sukesih mula-mula bertanya kepadaku “siapa namamu ? dari mana asalmu, dan pekerjaan orang tua mu?” dan akupun menjawab dengan polos dan jujur, “nama ku Rina mirana bu, ibu bisa memamnggilku dengan Irin atau rina, aku berasal dari kota pekanbaru, dan pekerjaan orang tua ku seorang petani bu”. di akhir pembicaraan bu sukesih juga bertanya “kamu tamat sekolah apa? dan umurmu berapa dan akupun menjawab lagi “Rin hanya tamatan SMA/setara bu, umur rin baru menginjak 19 tahun, jawabku malu-malu. Seketika tidak ada yang aneh dari pembicaraan kami karna  komunikasi kami saat itu lancar dan biasa saja layaknya orang yang pertama kali berkenalan saling bertanya dan bercerita. Kami juga sempat makan bersama dengan dengan orang tua andi.

Waktu sudah mulai beranjak sore saat itu, kami memutuskan kembali ke kota Pekanbaru dan berpamitan dengan kedua orang tua andi, mereka melepas kami pergi dengan senyuman. Aku berharap mereka bisa menerimaku dengan segala kekuranganku. Di perjalanan pulang ke rumah ku, hatiku bertanya-tanya “ apakah mereka menyukaiku? apakah mereka mau menerima kekuranganku? apa yang dibicarakan andi dengan ayahnya? apakah kami direstui? semua pertanyaan itu berputar-putar dipikiranku”. Tapi tak ingin kutanyakan semua pertanyaan yang ada dibenak ku itu kepada andi disaat itu karna aku takut dan tidak siap mendengar jawaban yang tak ku inginkan, akhirnya ku hanya diam seribu bahasa.

The day was late and did not realize we had reached my hometown of Pekanbaru. Andi drove me home, because it was night andi took leave of home to my parents. Arriving at home,  I went straight into my room with an uncertain feeling. That night I cant sleep, so many questions in my mind. my heart is very restless fear of myself not accepted by Andi parents because of differences in social status between me and andi. Oh God help me, remove any nervous anxiety. Please calm my heart God.

                                             💗💗💗

Tidak ada komentar:

Posting Komentar