Kamis, 26 Oktober 2017

NOVEL (Introduction to Literature) task


                                          
                                                 Cinta Yang Tak Direstui

Chapter 2

Pagi telah menyongsong matahari pun telah terbit bersinar dengan indahnya tapi aku masih tak ingin membuka mata hari itu, aku masih ingin berbaring dan tak ingin melakukan apa-apa tubuhku terasa lemas dan tidak bersemangat. Semua pertanyaan yang ada dikepala ku membuat ku takut akan jawaban darinya yang tak sesuai dengan harapan.

Telpon genggam ku bergetar ada panggilan masuk dari Andi tapi tidak kujawab telpon darinya karna aku belum siap akan jawaban yang tidak ingin ku dengar, berkali-kali dia menelpon ku tapi tetap tidak ku angkat. Saat itu aku hanya diam menatap telpon genggamku, tapi ada rasa penasaran dihatiku apakah sebenarnya yang ingin andi katakan. Oh tuhan apakah yang harus kulakukan..aku termenung dan bingung. 

Kembali telpon genggaam ku bergetar, ada panggilan masuk tetapi itu bukan dari andi melainkan dari adik sepupuku nunung. Ku jawab telpon itu dengan lirih, “hello, iya nung ada apa”. Dan nunung menjawab “hello kak, hari ini kak ada waktu?bisa temani nung ke kampus?”. Lalu aku menjawab lagi “iya ada nung kak hari ini dirumah aja nggak ada kegiatan lain, ngapain kekampus nung?”. “nung hari ini ikut speech contest di kampus kak, tolong temani nung ya kak” jwb nunung. Aku berpikir sejenak dan berkata dalam hati dari pada dirumah dan nanti andi datang kesini lebih baik aku ikut nunung, lalu aku kembali menjawab “baiklah nung, jam berapa acaranya?”. “jam 9 pagi ini kak, sekarang nung jemput kak ya” jawab nunung. “oke nung” jawabku. Adik sepupuku ini kuliah di salah satu universitas di kota Pekanbaru.

Lalu dengan tubuhku yang lemas dan tak bersemangat aku tetap bangkit dari tempat tidurku dan mandi. Setelah mandi akupun bersiap-siap dan menunggu sepupuku nunung menjemput. Beberapa saat kemudian terdengarlah suara sepeda motor berhenti didepan rumah, kulihat dari jendela ternyata itu nunung yang datang lalu kubuka pintu rumah. “Assalamualaikum wr.wb” kata nunung. “waalaikumsalam wr.wb” jawabku. “Ayo kak kita langsung pergi soalnya nung takut terlambat” kata nunung. Lalu aku menjawab “oke nung”. Tiba-tiba bapak ku keluar dari kamar nya dan bertanya “mau kemana nak?”. “Mau temani nunung ke kampus Pak” jawabku. Lalu aku dan nunung berpamitan untuk pergi. 

Di perjalanan ke kampus sempat terjadi kemacetan sepertinya ada yang kecelakaan. “Aduh terlambat kita ni” dengan nada kesal nunung berkata. Lalu aku berkata pada nya “Sabar nung masih ada waktu 15 menit lagi, kita udah dekat kok dari kampus kak rasa masih sempat ni sampai kampus jam 9”. Lalu nunung menjawab “iya kak mudah-mudahan aja masih bisa nanti ikut lombanya tepat waktu soalnya kan nung harus ambil nomor undiannya lagi”. 10 menit kemudian  akhirnya sampailah kami di kampus, nunung langsung bergegas menuju panitia untuk mengambil nomor undian dan rupanya mendapat nomor urut 17. 

Peserta yang ikut saat itu berjumlah kurang 22 orang, speech contest ini di adakan antar fakultas di dalam lingkungan universitas lancang kuning saja. Ada dari fakultas hukum, fakultas kebudayaan, fakultas ilmu administrasi, fakultas pertanian, fakultas ekonomi, fakultas ilmu komunikasi dan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Sepupu ku nunung ini adalah salah satu perwakilan dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan.

Before the speech contest started I saw my cousin's sister focus on understanding the texts he had prepared to come forward. I always give support to her. Because the event was held in the field in front of the canteen campus  so it look crowded. I noticed around me many young people who are successor to the nation are eager to participate in competition at the time. In front of the three jurors have been seen sitting and prepared by the organizing committee table next to the stage.

For a moment in the crowd there was a slight nervousness in my heart. Especially when I saw my cousin's sister who was very excited even though I see there is a little anxiety in his face. I know this nunung a smart girl and I'm sure she can make a good speech. This is the first time she has participated in speech contest but after he appeared I feel proud of her because I see he is not nervous on stage.

After a few moments passed one by one the participants speech contest perform until finally all have perform until late afternoon.The committee announced that it was 12 o’clock  and its time to rest pending the decision of the jury to determine who won the contest speech of the day. For a moment I and nunung rest while eating lunch at the canteen campus.

After that 15 minutes later the committee returned to the stage and announced the results of the speech contest and it turn out my cousin's was not lucky to get the champion that day.
She looks disappointment on his face but I still give her the spirit if not get a champion at least nung get my word to him. She smiled again and cheerfully.

The speech contest was over that afternoon, nunung drove me home. After arriving my home, my cousin's sister immediately left home to her house. When I got into the house suddenly Andi was waiting in the living room. I was so surprised when I saw him sitting with my father. Oh god why he can be here in my heart say. I shook my father's hand and Andi looked at me with a strange look then, I could only bowed and unable to greet him.

Then Andi immediately ask me, where am I? Can we talk for a while ?. I just nod my head, before I excuse me to come to the room for a while. My heart was pounding like I could not get out and meet with her. Nevertheless then I went out and dared to talk to him.


                                               💗💗💗

Tidak ada komentar:

Posting Komentar