Cinta Yang Tak Direstui
Chapter 2
Pagi telah menyongsong matahari pun
telah terbit bersinar dengan indahnya tapi aku masih tak ingin membuka mata
hari itu, aku masih ingin berbaring dan tak ingin melakukan apa-apa tubuhku
terasa lemas dan tidak bersemangat. Semua pertanyaan yang ada dikepala ku
membuat ku takut akan jawaban darinya yang tak sesuai dengan harapan.
Telpon genggam ku bergetar ada
panggilan masuk dari Andi tapi tidak kujawab telpon darinya karna aku belum
siap akan jawaban yang tidak ingin ku dengar, berkali-kali dia menelpon ku tapi
tetap tidak ku angkat. Saat itu aku hanya diam menatap telpon genggamku, tapi
ada rasa penasaran dihatiku apakah sebenarnya yang ingin andi katakan. Oh tuhan
apakah yang harus kulakukan..aku termenung dan bingung.
Kembali telpon genggaam ku bergetar,
ada panggilan masuk tetapi itu bukan dari andi melainkan dari adik sepupuku
nunung. Ku jawab telpon itu dengan lirih, “hello, iya nung ada apa”. Dan nunung
menjawab “hello kak, hari ini kak ada waktu?bisa temani nung ke kampus?”. Lalu
aku menjawab lagi “iya ada nung kak hari ini dirumah aja nggak ada kegiatan
lain, ngapain kekampus nung?”. “nung hari ini ikut speech contest di kampus
kak, tolong temani nung ya kak” jwb nunung. Aku berpikir sejenak dan berkata
dalam hati dari pada dirumah dan nanti andi datang kesini lebih baik aku ikut
nunung, lalu aku kembali menjawab “baiklah nung, jam berapa acaranya?”. “jam 9
pagi ini kak, sekarang nung jemput kak ya” jawab nunung. “oke nung” jawabku.
Adik sepupuku ini kuliah di salah satu universitas di kota Pekanbaru.
Lalu dengan tubuhku yang lemas dan tak
bersemangat aku tetap bangkit dari tempat tidurku dan mandi. Setelah mandi
akupun bersiap-siap dan menunggu sepupuku nunung menjemput. Beberapa saat
kemudian terdengarlah suara sepeda motor berhenti didepan rumah, kulihat dari
jendela ternyata itu nunung yang datang lalu kubuka pintu rumah.
“Assalamualaikum wr.wb” kata nunung. “waalaikumsalam wr.wb” jawabku. “Ayo kak
kita langsung pergi soalnya nung takut terlambat” kata nunung. Lalu aku
menjawab “oke nung”. Tiba-tiba bapak ku keluar dari kamar nya dan bertanya “mau
kemana nak?”. “Mau temani nunung ke kampus Pak” jawabku. Lalu aku dan nunung
berpamitan untuk pergi.
Di perjalanan ke kampus sempat terjadi
kemacetan sepertinya ada yang kecelakaan. “Aduh terlambat kita ni” dengan nada
kesal nunung berkata. Lalu aku berkata pada nya “Sabar nung masih ada waktu 15
menit lagi, kita udah dekat kok dari kampus kak rasa masih sempat ni sampai
kampus jam 9”. Lalu nunung menjawab “iya kak mudah-mudahan aja masih bisa nanti
ikut lombanya tepat waktu soalnya kan nung harus ambil nomor undiannya lagi”.
10 menit kemudian akhirnya sampailah kami
di kampus, nunung langsung bergegas menuju panitia untuk mengambil nomor undian
dan rupanya mendapat nomor urut 17.
Peserta yang ikut saat itu berjumlah
kurang 22 orang, speech contest ini di adakan antar fakultas di dalam
lingkungan universitas lancang kuning saja. Ada dari fakultas hukum, fakultas
kebudayaan, fakultas ilmu administrasi, fakultas pertanian, fakultas ekonomi,
fakultas ilmu komunikasi dan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Sepupu ku
nunung ini adalah salah satu perwakilan dari fakultas keguruan dan ilmu
pendidikan.
Before the speech
contest started I saw my cousin's sister focus on understanding the texts he
had prepared to come forward. I always give support to her. Because
the event was held in the field in front of the canteen campus so it look crowded. I
noticed around me many young people who are successor to the nation are eager
to participate in competition at the time. In
front of the three jurors have been seen sitting and prepared by the organizing committee table next to the stage.
For a moment in
the crowd there was a slight nervousness in my heart. Especially
when I saw my cousin's sister who was very
excited even though I see there is a little anxiety in his face. I
know this nunung a smart girl and I'm sure she can make a good speech. This
is the first time she has
participated in speech contest but after he appeared I feel proud of her because I see he
is not nervous on stage.
After a few
moments passed one by one the participants speech contest perform until finally
all have perform until late
afternoon.The committee announced that it was 12 o’clock and its time to rest pending the decision of
the jury to determine who won the contest speech of the day. For
a moment I and nunung rest while eating lunch at the canteen campus.
After that 15 minutes later the committee returned to the stage and announced the results of the speech contest and it turn out my cousin's was not lucky to get the champion that day. She looks disappointment on his face but I still give her the spirit if not get a champion at least nung get my word to him. She smiled again and cheerfully.
The speech contest
was over that afternoon, nunung drove me home. After arriving my home, my cousin's sister immediately left home to her house. When
I got into the house suddenly Andi was waiting in the living room. I
was so surprised when I saw him sitting with my father. Oh god why
he can be here in my heart say. I
shook my father's hand and Andi looked at me with a strange look then, I could
only bowed and unable to greet him.
Then Andi
immediately ask me, where am I? Can we talk for a while ?. I
just nod my head, before I excuse me to come to the room for a while. My
heart was pounding like I could not get out and meet with her. Nevertheless then I went out
and dared to talk to him.
💗💗💗
💗💗💗
Tidak ada komentar:
Posting Komentar